[Review] The Raid

on
   Pertama kalinya ini aku review film buat dipublish, biasanya cuma buat tugas Bahasa Indonesia waktu SMP sama SMA, hha. Kali ini pengen banget ngereview film Indonesia yang gak cuma bikin heboh di Indonesia, tapi juga di Amerika Serikat sama Kanada, wow!! Film ini genrenya action –yang mana merupakan sangat jarang di Indonesia– dan hebatnya lagi dapet penghargaan di festival Toronto 2011 dan lain lain. Hebatnya lagi, film ini meraih pendapatan sebesar lebih dari US$220.000 di tiga hari pertama. Gak salah kalo yang antri film ini panjang banget, untung aja kemaren tanggal 27 Maret 2012 aku dapet tiketnya, yey!! sudah lah, mari kita baha filmnya 🙂

   Film ini bercerita tentang anggota S.W.A.T. yang mencoba menyerang sebuah hotel yang menjadi sarang yang tak tersentuh bagi para penjahat. Tempat itu belum pernah dapat dikalahkan sekali pun walau sudah beberapa kali dilakukan penyergapan. Tokoh dalam film ini itu penjahat yang namanya Tama (Ray Sahetapy), Andi (Donny Alamsyah) sama Mad Dog (Yayan). Khusus buat pemeran Mad Dog, sumpah aku kagum banget sama gerakan silatnya. Wajahnya juga cocok banget jadi penjahat :p.
   Kalo di sisi polisi, yang aku inget cuma Rama(Iko Uwais). Ini acktingnya juga keren, gerakan silatnya seimbang sama Mad Dog. Okelah, saya gak mau nyeritain isi filmnya, biar pada nonton sendiri aja ya, itung-itung dukung film yg bikin nama Indonesia terkenal. Aku aja pengen nonton lagi, hhe.
   Film ini sangat mengedepankan sisi actionnya. Mulai dari tembak-tembakan, adu silat, sampe adu pisau sama golok. Khusus yang terakhir ini bikin mata sakit sama perut mual. Buat yang gak kuat sama yang sadis-sadis, sangat amat disarankan tidak melihat film ini. Aku yang suka film action aja ngilu banget lihatnya. 
   Tapi yah berhubung (katanya) film ini budgetnya rendah, efeknya masih terlihat kasar. Kalo dilihat baik-baik rada aneh emang efeknya. Aku yang mulai pertengahan film baru nyadar, jadinya gak ngilu lagi dan mulai menikmati sambil melihat kekurangan efeknya. Tapi salut deh pokoknya sama sutradara dari Wales, Gareth Huw Evans yang bikin film macam ini di Indonesia. Gak sabar nunggu sekuel film ini yang rencanyanya berjudul “Berandal” yang insyaAllah tayang 2013.
my rating: 9,5/10 ; ***** out of 5 stars
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s