[No Spoiler Review ] Batman v Superman: Dawn of Justice; Brutal, Fun, and Divisive

batman-v-superman-dawn-of-justice
Foto oleh Warner Bros. Pictures

It’s finally here, 2nd ‘DC Extended Universe’ film after ‘Man of Steel’. “Batman v Superman: Dawn of Justice”, film kedua dari DCEU ini mengambil judul dari 2 tokoh dari 3 tokoh ‘holy trinity DC comics’. Walaupun ikut ambil bagian yang cukup besar dalam film, tapi nama Wonder Woman gak masuk dalam judul. Untungnya Wonder Woman bersikap dewasa (well  she basically a couple hundreds years old, so….). Walau sebelum perilisan banyak kritik yang menganggap terlalu banyak spoiler yang dikeluarin (saya masih gak terima Doomsday ditunjukin pas trailer) dan pada saat hari penulisan (sampai tulisan ini dibuat jam tanggal 25 Maret 2016) mendapatkan rating 30% rottentomatoes.com , tapi saya adalah salah satu dari yang suka film ini. Jadi jangan percaya review orang (termasuk review saya ini), kalo emang penasaran ya nonton sendiri dan nilai sendiri nantinya 🙂

Pas tau film ini bakal punya durasi sekitar 2,5 jam yang jadi pikiran adalah apa gak kepanjangan itu durasi segitu, semoga gak ada bagian yang bikin bosen. Tapi sayangnya sekitar sejam pertama film ini sangat lambat dan cenderung membosankan. Sebenernya bagian sejam pertama ini buat membangun karakter Lex Luthor yang brilliant, yang well executed, tapi ada beberapa bagian yang gak perlu yang bisa diilangin. Jangan khawatir, setelah rencana Lex Luthor ini berjalan baik kamu bakalan disuguhin pertarungan yang fantastis selama kurang lebih  1,5 jam kurang dikit. Pada fighting scene ini sungguh sangat kentara gaya yang Zack Snyder banget. Sebodo amat sama kritik pada ‘Man of Steel’ yang kata fans purist DC terlalu brutal dan ‘dark’. Tapi itu ciri khas Snyder, dengan gaya animasi yang kalo pernah nonton filmnya Snyder yang lain, bakalan bisa bedain ini film buatan doi. Terlalu brutal dan dark? Bikin yang sama brutal dan dark aja, itu mungkin yang ada dipikiran Snyder! Kalo saya sih suka fight scene ‘Man of Steel’, tapi jauh lebih suka di ‘Batman v Superman’ ini, terlebih ada Gal Gadot yang jadi Wonder Woman :p

Ngomongin cast di film ini, hampir semuanya cocok memerankan karakter masing-masing. Gal Gadot (Fast Five, Knight and Day) cocok banget meranin Wonder Woman, mana cantik banget pula pas senyum. oke salah fokus. Henry Cavill (The Man from U.N.C.L.E.) udahlah terbukti dia cocok jadi Superman yang gagah nan keren, dan kemudian Ben Affleck (Argo, Gone Girl) yang sebelumnya gagal jadi superhero di perusahaan sebelah (Daredevil-nya Marvel), tapi kali ini cocok banget sama karakter Batman. Jesse Eisenberg yang memerankan karakter nemesis dari Superman, Lex Luthor, rada aneh sih cara penanganan karakter ini tapi karna Jesse ini memerankan dengan cukup baik, well jadi keren terlepas dari segala keanehan. Entah miscast atau salah dalam penulisan script, tapi Lex Luthor di film ini digambarkan agak nyeleneh dan nyentrik sepertinya gagal total. Kemudian salah satu karakter yang ‘screen stealing’ itu Alfred, pembantu Bruce Wayne, yang secara apik diperankan oleh Jeremy Irons (Die Hard 3, Eragon). DI sini Alfred terlihat cukup badass, beda sama yang ditrilogy Batman versi Nolan. Cuma berharap film kedepannya bakalan se-badass di komik Injustice deh hahahaha.

               Pembangunan cerita yang kelamaan dan terlalu padat –setidaknya ada 3 cerita dalam 1 film, mungkin lebih– menjadi kelemahan pertama film ini, selain penokohan superhero dalam film ini. Difilm “Man of Steel” banyak kritik kenapa Superman bunuh General Zod, tapi saya masih terimalah karna difilm itu Superman masih nubi dalam dunia superhero. Tapi yang sangat disayangkan itu difilm BvS, Batman sering terlihat bunuh orang, padahal Batman punya ‘rule’ sendiri yaitu ‘no gun, no killing‘. Jika dibandingkan dengan Batman versi Nolan yang jelas-jelas menentang penggunaan senjata untuk membunuh, Batman versi BvS sering pake senjata untuk membunuh –bahkan lempar granat–. Tapi secara keseluruhan BvS ini sangat keren dan menghibur, terlebih lagi munculnya cameo dari 3 anggota Justice League yang lain, saya heboh sendiri pas mereka muncul, apalagi si kilat secara tak terduga. Apakah layak untuk ditonton lagi? Kalo saya sih yes, pengen nonton lagi fight scene-nya, tapi kayaknya ninggalin sejam pertama juga gak masalah deh. Sebagai tambahan, scoring pas Gal Gadot pertama kali muncul jadi Wonder Woman itu keren banget sumpah.

Rating: ★★★½

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s