[Review Film] 10 Cloverfield Lane; Monsters Come in Many Forms

10cl_poster
Foto oleh Paramount Pictures

     Awal tahun 2016 dikejutkan oleh tiba-tiba J.J. Abrams mengumumkan proyek rahasianya yang bakal tayang Maret pada tahun yang sama. Sebenernya udah ada desas-desus JJ punya proyek rahasia, dan ternyata proyek rahasia tersebut berjudul “10 Cloverfield Lane”.Walaupun JJ Abrams dalam proyek film ini tidak menjadi sutradara melainkan menjadi produser, tetap saja banyak penikmat film yang penasaran tentang film ini

     Film ini berbeda dengan pendahulunya, Cloverfield, yang memakai metode found footage dan “10 Cloverfield Lane” ini juga mempunyai cerita yang berbeda dengan pendahulunya tersebut. Jadi kalo menonton film ini berekspektasi sepanjang film action bertema monster, kamu pasti bakal kecewa.

      Film ini masih memiliki tema yang sama (jika meruntut kata JJ Abrams film ini merupakan spiritual sequel dari Cloverfield), tapi film ini tidak fokus kepada serangan monster tetapi lebih cenderung ke film psychological thriller yang berfokus kepada permasalahan manusia pada umumnya dan dengan twist diakhir (khusus bagi yang gak nonton Cloverfield). Plot dalam film ini menarik, sepanjang film kita akan “dipaksa” untuk  menerka-nerka apa yang sebenernya terjadi di luar sana.

    10 Cloverfield Lane menceritakan seorang wanita bernama Michelle yang diperankan oleh Mary Elizabeth Winstead (Scott Pilgrim vs The World, Live Free or Die Hard) melakukan perjalanan –lebih tepatnya kabur sih– setelah mengalami perselisihan dengan tunangannya, tetapi dalam perjalanan Michelle mengalami kecelakaan. Sewaktu tersadar ternyata ia terkurung di sebuah ruangan dalam bunker dan kemudian muncul seorang bernama Howard yang diperankan oleh John Goodman (Monsters Inc., Argo) yang mengaku dia menyelamatkan Michelle, terlepas dari dugaan Michelle yang menganggap Howard menawan dia. Dalam bunker tersebut ternyata sudah ada orang lain yang juga terlebih dahulu diselamatkan oleh Howard, bernama Emmet.

    Penulisan script dalam film ini sangat apik, dibandingkan dengan Cloverfield menyuguhkan ketegangan karna ada serangan monster, dalam film ini akan disuguhkan ketegangan konflik antara ketiga orang yang berada di bunker tersebut. Howard yang mantan anggota Angkatan Laut yang percaya adanya teori konspirasi mengungkapkan bahwa mereka bertiga perlu berada di dalam bunker selama 1-2 tahun. Michelle yang sepanjang film berubah terus antara percaya atau tidak percaya terhadap Howard karna beberapa runtutan kejadian dalam film. Emmet yang terjebak antara 2 orang ini dan menganggap mereka berdua sama-sama benar.

     Secara keseluruhan film ini sangat apik dalam penulisan dan ketiga aktor bermain sangat apik sehingga akan sangat susah untuk diprediksi, dan 10 menit terakhir bakal menjadi hal yang keren bagi penikmat Cloverfield atau menjadi twist bagi yang belum sempat nonton Cloverfield. Terlepas dari kelebihan film ini bagi saya, tetapi bagi penonton yang tidak suka dengan genre psychological thriller dan mengharapkan film action macam Cloverfield maka akan mendapatkan film yang tidak sesuai ekpektasi.

Rating: ★★★★☆

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s