[Minor-Spoiler Review] The Jungle Book; Bukan Cerita Tentang Tarzan

the_jungle_book_poster_key_art
Foto oleh Disney Pictures

Banyak yang menganggap (saya termasuk juga awalnya) bahwa “The Jungle Book” adalah film yang sama dengan film “The Legend of Tarzan” yang juga rilis tahun ini, tapi salah ini cerita yang lain yang berfokus kepada anak kecil bernama Mowgli. Walaupun sama-sama bercerita tentang seorang anak manusia tertinggal di hutan, bedanya dalam cerita film ini Mowgli diselamatkan oleh seekor panther bernama Bagheera dan kemudian ditempatkan dikerumunan serigala untuk kemudian diasuh oleh serigala betina bernama Raksha.

Setting film The Jungle Book bertempat didunia fable, dimana semua binatang di hutan takut kepada manusia karna “Red Flowers” yang manusia hasilkan. Tapi entah karena Mowgli masih anak kecil atau karena pengaruh Bagheera dan sekelompok serigala yang dipimpin serigala jantan bernama Akeela, hampir semua binatang menerima Mowgli, sebelum akhirnya seekor macan bernama Shere Khan mengingatkan betapa berbahayanya manusia jika dewasa nanti.

Plot dalam film ini menurut saya sangat menarik dan Jon Favreau (Iron Man, Zathura) sangat apik dalam menyutradarai film ini. Cast film ini juga pas dalam membawakan peran masing-masing. Neel Sethi sukses membawakan Mowgli, Idris Elba mengisi suara Shere Khan sang macan yang memiliki suara yang terdengar mengintimidasi. Ben Kingsley mengisi suara Bagheera sang panther dengan suara yang bagaikan pemimpin yang bijak (?), dan masing-masing aktor dan aktris lain yang mengisi suara dalam film ini pas membawakan perannya termasuk Scarlett Johansson yang mengisi suara seekor ular bernama Kaa dan asik waktu menceritakan asal-usul Mowgli (karna emang suaranya Scar-Jo itu seksi banget).

Selain itu yang paling keren dalam film ini adalah penggunaan CGI yang sangat amat bagus, detilnya untuk tiap binatang sungguh memukau. Bahkan detil kecil macam bulu-bulu yang bergerak karena tiupan angin bisa jelas terlihat, dan mereka berani menggunakan setting siang, dan hebatnya CGI mereka tetap tampak nyata. Saking nyatanya penggunaan CGI, saya ngerasa itu bukan CGI tapi hewan beneran deh. Dan karena alasan CGI yang rapi ini saya menyarankan untuk menonton di layar 3D biar semakin asik.

Tapi film ini tak terlepas dari kekuarangan menurut pengamatan saya pribadi. Beberapa plot terasa kurang ‘masuk’, dan sedikit mengganggu. Salah satunya adalah Shere Khan yang dikatakan hewan yang tidak mengikuti hukum hutan dan ‘hunting for fun’, tetapi waktu pengen bunuh Mowgli dia malah nunggu dimarkas serigala berharap Mowgli balik ke sarang tersebut dan kemudian menyuruh serigala membawa kembali Mowgli. Plot hole yang lain adalah berhubungan dengan kera, tetapi kalo diceritain sepertinya spoiler, jadi tonton aja sendiri hahaha. Ya mungkin plot hole itu karena ini film adaptasi buku dan remake dijadikan live action dari film animasi dengan judul yang sama, yang jujur belum pernah baca/nonton. Secara keseluruhan film ini merupakan film baik yang sangat layak ditonton.

Rating: ★★★★☆

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s