[No Spoiler Review] Captain America: Civil War; Marvel Cinematic Universe Phase 3 Begins

ChD-f9dUcAAFvKE.jpg large
Foto oleh Marvel Studios

     Pada saat Marvel mengumumkan judul sekuel Captain America selanjutnya adalah Captain America: Civil War, banyak pembaca komik sangat gembira karena event comic “Civil War” Marvel Comic tahun 2006 merupakan salah satu –jika tidak bisa dikatakan terbaik– comic event dan merupakan gerbang awal sejuta umat comic reader pra-MCU yang baru akan memasuki dunia komik. Terlebih lagi sekuel salah satu tokoh kunci Marvel Cinematic Universe ini bakal disutradarai The Russo Brothers, yang sukses menyutradarai Captain America sebelumnya yang menjadi film terbaik MCU sejauh ini, “The Winter Soldier”.

            The Russo Brothers sukses membuat konflik ideologis antara 2 kubu superhero difilm ini mengaduk emosi dalam drama tentang persahabatan, ideologis, konflik personal, ataupun konflik politis. Ketika 2 kubu ini berperang, mereka bertarung layaknya teman atau keluarga yang berbeda pendapat. Mereka saling beradu kekuatan —mostly with awesome superpower— tetapi tetap melontarkan komentar kelakar layaknya teman atau keluarga. Pertarungan ideologi dan konflik personal yang dibangun sangat believable (I talk to you, DC!), ditambah akting yang meyakinkan, membuat kita tidak akan mempertanyakan kenapa masing-masing karakter memilih melakukan apa yang mereka pikir yang terbaik. Walupun begitu mereka tetap bertarung dengan maksimal; bertarung tanpa didasari dendam, tetapi tetap menyakitkan secara psikologis ataupun fisik.

      Sebagai sekuel dari film Captain America, The Russo Brothers tentunya memfokuskan film ini kepada sang kapten. Dalam film ini kita juga dapat melihat Captain America benar-benar menjadi Captain America yang berwibawa dan sangat disegani oleh sebagian besar superhero, bukan bahan guyonan seperti film-film MCU sebelumnya. Karakter pendukung lain tetap mendapat screentime yang cukup untuk membuat mereka bersinar. Paul Rudd yang tahun lalu menebar pesona dalam memerankan Scott Lang dan Ant-Man, dalam film ini juga mendapat scene-stealing time yang sama bagusnya seperti difilm solo Ant-Man. Karakter lain yang mencuri perhatian adalah Tom Holland sebagai Peter Parker a.k.a. Spider-Man. Mulai dari saat ia direkrut oleh Tony Stark sampai saat pertarungan dengan superhero lain, Tom Holland sangat sukses membawakan Peter Parker/Spider-Man yang nerd dan suka melontarkan kata-kata kocak tiap berkelahi. Terlebih lagi difilm ini juga dikenalkan sama Aunt May (diperankan Marisa Tomei) yang mashaAllah masih muda dan cantik banget *oke salah fokus*.

      Sebagai film yang diisi oleh banyak superhero –baik sudah dikenal maupun yang baru akan dikenalkan– tentunya tidak mudah untuk mengatur porsi mereka untuk tampil, selagi tetap mempertahankan bahwa ini adalah film Captain America, bukan Avengers 2.5. Untungnya Marvel menunjuk orang yang tepat dalam sosok The Russo Brothers sebagai sutradara dan Christopher Markus serta Stephen McFeely sebagai penulis naskah, yang sudah bekerja sama sejak The Winter Soldier. Seperti film mereka sebelumnya tersebut, Civil War menunjukkan character development yang sempurna bagi masing-masing karakter, dan tidak ada satu karakterpun yang terasa disampingkan; hal yang tidak ditemukan dalam film kumpulan superhero dalam 2 film Avengers sebelumnya.

      Untuk film yang mengangkat tema tentang peperangan antara 2 kubu teman, tentunya perlu ditonjolkan adegan perkelahian yang keren, terutama mengingat The Winter Soldier sangat fasih dalam men-deliver fight scene yang sangat keren. Untungnya film Civil War ini juga akan disuguhkan fight choreography yang sangat apik dan mungkin akan membuat kita berfikir bahwa ini film Jason Bourne dengan sentuhan CGI. Semakin gila rasanya jika Joe dan Anthony Russo ini berpedoman pada The Raid dalam setiap adegan perkelahian. GNFI.

     Satu-satunya kecacatan dalam film ini menurut saya adalah penggunaan Helmut Zemo yang sebagai villain difilm ini yang sebetulnya tidak perlu menggunakan nama Zemo, tapi ini lebih kesalahan dalam promosi merketing Marvel sih. Kalau penjahat itu menggunakan nama lain pasti lebih baik, karena Daniel Bruhl melakukan akting yang keren dalam pembangunan karakter ini. Selain itu pembangunan cerita yang lumayan lama mungkin bakalan membuat sebagian orang bosan (padahal keren). Overall Captain America: Civil War merupakan adaptasi komik yang walaupun sangat berbeda tetapi sama-sama mempunyai core cerita yang sama. Walaupun begitu, secara personal masih belum bisa mengalahkan kesangaran Captain America: The Winter Soldier.

P.S.: jangan tinggalkan teater sebelum credit title abis, karna ada 2 after credit scene.. dan after credit yg kedua bakal jadi moment yg sangat menggembirakan bagi sesama fans Spidey, percayalah.

Rating film: ★★★★½

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s