[No Spoiler Review] Warcraft: The Beginning; Sebuah Permulaan yang Terasa Hambar

515780
Foto oleh Blizzard Entertainment dan Universal Pictures

      Warcraft merupakan game bertema MMORPG yang memiliki jutaan fans yang telah memainkan gamenya sejak muncul Warcraft: Orcs & Humans pada tahun 1994 hingga yang terbaru World of Warcraft: Legion, dan tentu saja Warcraft III: The Frozen Throne yang sangat digemari di Indonesia –yang jujur sampai sekarang ini saya masih gak paham gimana cara mainnya–. Terkenalnya franchise game ini tentu saja membuat Blizzard, perusahaan yang membuat game ini, tertarik untuk membuat fim live-action berdasarkan gamenya, namun rencana sejak 2002 baru terwujud tahun 2016 karena pada rencana awal pembuatan ditahun 2002 bentrok dengan film bergenre sama yang lebih terkenal, Lord of The Rings.

 

       Film ini tidak seperti ekspektasi beberapa orang –termasuk beberapa orang yang saya kenal– yang mengharapkan hero-hero di game DotA muncul, karena film ini tidak bercerita tentang itu. Film “Warcraft: The Beginning” ini mengambil latar belakang sebelum (prequel) game Warcraft: Orcs & Humans. Plot cerita yang dipilih sebenarnya sangat menarik untuk melihat bagaimana permulaan cerita fantasi peperangan antar kaum Orcs dan Manusia ini dimulai, sayang eksekusi yang diambil oleh sutradara Duncan Jones –yang sekaligus penulis naskah– terlihat gagal. Padahal saya sangat suka film Duncan Jones sebelum ini, Source Code. Cerita yang disajikan begitu datar dan tanpa adanya element of surprise. Bahkan twist yang berusaha ditampilkan juga tidak membuat kaget, karena penceritaan sejak awal membuat saya dapat menebak sebelum twist itu terungkap.

      Pemeran dalam film ini juga terasa sangat hambar dan terkesan datar, tidak tampil meyakinkan khususnya bagi pemeran manusia. Tidak adanya waktu yang tepat dalam memperkenalkan tokoh –cenderung dipaksakan hanya sekenanya saja– membuat kita masa bodoh dan tidak ada ikatan emosi dengan karakter-karakter yang bermain difilm ini, selain karena nama tokoh yang susah untuk dihapal serta banyaknya kaum orcs yang membuat penonton mudah menjadi bingung dan terdistract. Paula Patton yang berperan menjadi Garona, seorang “half-orc”, juga tampil biasa saja, yang membuat saya berpikir kenapa dia menolak tawaran untuk tampil di Mission Impossible Rogue Nation setelah sebelumnya tampil di Mission Impossible Ghost Protocol. Dialog yang dilakukan para pemeran juga terlihat datar dan membuat bosan, bahkan dialog yang seharusnya bisa menjadi humor malah terkesan “apaan sih”.

      Dari tampilan grafis ada sisi yang sangat baik dan sisi dimana terlihat semacam film berbudget rendah, walaupun film ini memiliki budget sekitar $130juta. Pemandangan lokasi yang sebenarnya megah, tetapi sayang film ini tidak memberikan pause moment untuk sekadar menikmati atau mencerna dunia Warcraft ini. Penggunaan efek CGI untuk kaum Orc terlihat memuaskan, walau kadang terasa seperti game yang mana hal ini menjadi sedikit aneh. Kalau bisa dibandingkan CGI film ini lebih cenderung ke The Hobbit ketimbang Lord of The Ring, dan LoTR memiliki efek yang jauh lebih baik walau dibuat lebih dahulu dengan teknologi yang belum secanggih sekarang.

     Selain itu film ini memiliki editing yang sangat buruk dimana banyak terlihat transisi antar adegan yang terlihat aneh dan membuat saya bergumam “kok tiba-tiba gini”. Mungkin ini disebabkan oleh pemaksaan pemotongan durasi selama 40 menit oleh Universal Pictures yang menyebabkan adanya elemen film yang tidak dimasukkan, yang membuat cerita film agak susah dicerna dan aneh.

      Secara keseluruhan film ini tidak disarankan untuk penonton yang sama sekali tidak mengerti game ini atau tidak mengerti genre fantasy medieval macam ini. Duncan Jones yang juga pemain game Warcraft sepertinya hanya membuat sebuah fan service yang memasukkan beberapa easter egg –yang harusnya menjadi elemen yang penting– tetapi hanya dianggap angin lalu bagi yang tidak mengerti filmnya. Adegan pertarungannya yang terlihat epik –walau dibeberapa sisi terlihat bodoh dan klise– tetapi sekali lagi sayangnya tidak memberikan efek “wow” dan tidak membekas diingatan, yang menurut penilaian saya menjadi kegagalan tersendiri bagi Jones. Sebagai permulaan yang rencananya menjadi film trilogy Warcraft, sayangnya “Warcraft: The Beginning” terasa sangat hambar.

Rating film: ★★½

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s