[No Spoiler Review] Central Intelligence; Panggung Komedi untuk Dwayne “The Rock” Johnson

central-intelligence-3-1
Foto oleh New Line Cinema

      Film bergenre action comedy merupakan genre yang (menurut saya) paling berisiko karena jika eksekusinya salah antara bagian action dan bagian comedynya maka akan merusak keseluruhan film. Tetapi jika film dapat dieksekusi dengan baik, maka akan menjadi film menyenangkan seperti Bad Boys, Rush Hour, atau film hits tahun lalu, Spy. Kali ini muncul lagi film bergenre serupa, ditengah jadwal paling krusial dalam hollywood: summer holiday.

      Cerita bermula 20 tahun lalu di Central High School pada perpisahaan sekolah terdapat 2 senior yang sangat bertolak belakang. Calvin Joyner (diperankan Kevin Hart) merupakan siswa berprestasi dan diprediksi menjadi orang sukses, sedangkan Robbie Weirdicht (Dwayne “The Rock” Johnson) merupakan siswa gemuk yang menjadi bahan bullying. 20 tahun berlalu dan kemudian Robbie Weirdicht –secara ajaib– berubah menjadi, well, The Rock dan merupakan anggota CIA.Sedangkan Calvin Joyner yang diprediksi akan sukses, ternyata menjadi seorang akuntan biasa. Plot memungkinkan mereka bertemu sebelum acara reunian sekolah dan kemudian terjadi hal yang aneh.

      Naskah cerita buruk –atau bisa dikatakan sangat buruk– untuk sebuah film action comedy.  Pembangunan cerita diawal terasa sangat lambat dan terlalu lama. Penggunaan karakter yang berbeda ukuran yang cukup signifikan –yang juga menjadi bahan pemasaran film ini– tidak secara maksimal untuk bahan comedy. Adegan action juga gak menarik dan bisa dibilang cupu. Untuk film yang menggunakan CIA, film ini minim adegan perkelahian, bahkan adegan aksi mereka terlihat sangat minim dampak kerusakan serta kucuran darah. Plot twist yang coba disajikan juga terasa membingungkan dan terlalu cepat.

      Karakter utama film ini juga standar, pasangan duo dengan karakterisasi yang satu serius dan yang lainnya komikal. Walaupun begitu, posisi karakter berbeda seperti biasanya, kali ini Kevin Hart menjadi orang yang serius and The Rock menjadi orang yang jenaka. Pujian secara pribadi saya alamatkan ke The Rock yang menyelamatkan film ini dan menjadi satu-satunya hal yang membuat saya bertahan untuk tetap menonton film ini. Kevin Hart sayangnya terlihat kesusahan menajdi ‘orang normal’ dan melewatkan beberapa kesempatan untuk ‘membantu’ kelucuan The Rock.

      In short, Central Intelligence tidak menawarkan cerita baru dan jalan ceritanya pun berantakan. Tetapi menyenangkan melihat The Rock mengeluarkan aura komedinya, yang jauh lebih bagus dari filmnya terdahulu, Tooth Fairy, serta lebih baik dari Jason Statham di film Spy. Sayangnya film ini gagal mendeliver peluang untuk menjadi film komedi yang bagus. Bahkan, adegan paling lucu dalam film ini adalah bagian ending serta bagian footage behind the scene.

      Selain penampilan The Rock serta reference ke Taylor Swift, serta lagu yang dipake Taylor Swift untuk promo Apple Music, tidak ada yang menarik.

Rating film: ★★★☆☆

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s