[No Spoiler Review] Jason Bourne; Kembalinya Mata-Mata Amnesia

share
Foto oleh Universal Pictures

“The name is Bourne, Jason Bourne.” Eh bukan deng, inikan famous line mata-mata Inggris yang itu tuh.

    Jason Bourne merupakan salah satu tokoh mata-mata yang paling dikenal di Hollywood.  The Bourne Identity yang rilis pada 2002 mendapat pujian baik, dari kritikus maupun dari penikmat film. Cerita mengenai mata-mata amnesia mencari jati dirinya yang dibalut dengan pace flim yang cepat menjadi keunikan tersendiri atas film ini, dan tidak heran akhrinya dibuat sequel The Bourne Supremacy (2004) dan The Bourne Ultimatum (2007). Sayang sequel keempat (dan masih satu-satunya film Bourne tanpa Bourne), The Bourne Legacy (2012), tidak begitu diterima dengan baik. Untuk instalment  Bourne kelima ini sang mata-mata amnesia kembali hadir.

       Plot cerita film Jason Bourne ini tidak memiliki hal yang unik seperti 3 film awal film Bourne. Setelah pada akhir film The Bourne Ultimatum sang mata-mata mengetahui siapa dirinya sebenarnya, pada film kali ini ternyata masih ada misteri mengenai Bourne yang tersimpan yang memaksa Bourne untuk keluar dari masa ‘pensiun’. 9 tahun setelah terakhir ia muncul, kali ini Borne mendapat tantangan baru dalam era informasi digital pasca Snowden.

     Cerita yang diangkat film Jason Bourne kali ini bisa dibilang cukup lemah dan cenderung dipaksakan. Pengungkapan sosok masa lalu Bourne yang ternyata berkaitan dengan awal mula ia menjadi mata-mata amnesia sangat dipaksakan dan ‘mencederai’ ending yang apik pada The Bourne Ultimatum. Cerita yang berfokus kepada informasi digital dan kemajuan teknologi membuat cerita Jason Borne paling lemah dan aneh diantara film Bourne lainnya (setidaknya film  Bourne yang ada Bourne-nya). Logika-logika mulai, well, silly. Jason Bourne hanya menjadi tipikal film mata-mata lainnya yang menembus batas logika dan imajinasi, layaknya James Bond atau Mission: Impossible.

      Karakter Jason Bourne juga hampir sama dengan film Bourne lainnya, masih ada Jason Bourne (Matt Damon; “Good Will Hunting”, “The Martian”) serta Nicky Parsons (Julia Stiles; “10 Things I Hate about You”) menjadi 2 tokoh yang kembali dari film sebelumnya. Tommy Lee Jones (Men In Black, No Country for Old Man) menjadi tokoh bernama Dewey, yang sifat karakternya sama dengan beberapa tokoh di 4 film Bourne sebelumnya. Karakter penyegaran untungnya masih ada dalam sosok Heather Lee (Alicia Vikander; “Ex Machina”, “The Danish Girl”) serta Aaron Kalloor (Riz Ahmed). 2 karakter inilah yang menjadi satu-satunya nilai plus dalam mengambil tema mata-mata seperti ini.

     Untungnya sutradara Jason Bourne –yang juga menjadi sutradara The Bourne Supremacy dan The Boune Ultimatum–, Paul Grengrass, masih memakai formula yang menjadi ciri khas film Bourne: pace film yang cepat disertai dengan aksi kejar-kejaran kendaraan yang begitu memukau. Tensi ketegangan yang diciptakan membuat gak rela melepaskan pandangan dari layar bioskop dan menahan keinginan saya untuk pipis hahaha -_-. Tensi ketegangan ini juga tidak terlepas dari music yang hampir sepanjang film terus-terusan mengiringi setiap adegan. Seriously, kayaknya sepanjang film agak ada jeda untuk musik berhenti, dan saya berpikir kalo gak ada musik pengiring pasti adegannya bakal garing.

    Selain itu sayangnya pergerakan kamera yang asik yang juga menjadi cirri khas sutradara Paul Grengrass ada dibeberapa bagian yang saya terasa terlalu shaky, terutama bagian final fight. Pergerakan kamera yang shaky dan terlalu lama ini bikin pusing dan gak ngerti deh karakter mana melakukan apa ke karakter yang mana.

    Overall, mungkin bagi penggemar Bourne bakal kecewa karena Jason Bourne mengadaptasi cerita mata-mata yang mainstream, tapi bagi penonton biasa yang menyukai film mata-mata macam James Bond atau Mission Impossible bakal menikmati. Bagi para penggemar Bourne yang tidak mempermasalahkan jalan cerita, bakal merasakan keasikan Jason Bourne dengan pace cepatnya dengan backsound asik. Seperti film Hollywood lainnya, ending film ini masih membuka untuk sequel selanjutnya.

Film rating: ★★★½

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s