[No Spoiler Review] The Shallows; Teror Hiu di Perairan Dangkal

kxtdpg4fessmd3z9brv3lxgth6c
Foto oleh Columbia Pictures

          Ketika film Jaws karya Steven Spielberg rilis pada tahun 1975, dampaknya begitu besar bagi Hollywood ataupun pada masyarakat secara keseluruhan. Bagi Hollywood, rilisnya Jaws membuat tema terror serangan hiu begitu cukup popular sehingga banyak yang ingin mengikuti, mulai dari yang cukup baik seperti Deep Blue Sea ataupun yang cukup absurd macam Sharknado. Secara umum, pada waktu kemunculan Jaws membuat masyarakat –khususnya di USA—takut untuk bermain di laut. Pada 2016 ini The Shallows ingin mencoba mengembalikan predator lautan ini ke layar lebar.

     The Shallows tidak memiliki kekompleksitasan macam Jaws, tetapi hanya menampilkan kesederhanaan cerita dan setting. The Shallows bercerita tentang seorang mahasiswi kedokteran bernama Nancy (Blake Lively) mengasingkan diri ke sebuah pantai terpencil di Meksiko untuk berselancar sebelum akhirnya diserang oleh seekor great white shark.

        Film yang hanya memiliki tokoh tunggal serta hubungannya dalam menghadapi sekitarnya memang tidak mudah dan harus memiliki aktor yang apik. Jika 127 hours sukses dengan James Franco dan Cast Away sukses dengan Tom  Hanks, Blake Lively cukup menghidupkan film The Shallows serta mendapatkan bantuan dari cameo –sort of— Stevan Seagull (not Seagal).

        Bagian first act film ini lebih mirip film Blue Crush dengan Blake Lively berselancar kesana kemari dengan indahnya disertai pemandangan yang apik ditambah pengambilan gambar yang asik. Jujur saja jika durasi film hanya dihabiskan untuk lihat Blake Lively berselancar, saya gak bakal komplain. Tetapi film ini bertema serangan hiu maka tidak lengkap tanpa hadirnya hiu pada second act film ini. Kemunculan hiu dan begitu dekatnya dengan daerah aman memunculkan rasa frustasi tersendiri. Terlebih lagi ketika beberapa percobaan menyelamatkan diri dan meminta pertolongan bikin ngomong “ya elah…”.

       First act dan second act yang cukup apik ini sayangnya tidak diakhiri dengan final act yang memuaskan. Sepertinya sutradara Jaume Collet-Serra (Run All Night, Unknown) kesulitan untuk memilih cara untuk mengakhiri serangan hiu ini. Selain itu film ini juga berisi logika kebetulan yang menjadi ciri khas film-film Hollywood kebanyakan.

        Jika dibandingkan dengan film Jaws, film ini sangat jauh dalam hal menteror dan membuat ketegangan. Walaupun The Shallows memakai efek CGI dalam menampilkan hiu –bukan practical effect seperti Jaws—tetapi sosok hiu yang dihadirkan terasa tidak kalah nyata. Kekurangan dari film ini adalah tidak memiliki scoring yang mendebarkan dan sangat ikonik seperti scoring film Jaws karya sang maestro John Williams. Terlebih lagi film ini sangat minim dialog, tidak adanya music scoring tidak cukup untuk menaikkan tensi.

Rating film: ★★★½

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s