[Ulasan Film] Deepwater Horizon; Horror di Tengah Laut

deepwaterhorizonposter
Foto oleh Summit Entertainment

      Pada 20 April 2010, sekitar 45 mil dari lepas pantai Louisiana, terjadi ledakan di sebuah drilling rig bernama Deepwater Horizon. Bencana tersebut mengakibatkan bencana lingkungan yang masif (terbesar dalam sejarah bencana lingkungan di US) serta menjadi berita skandal yang cukup menghebohkan secara worldwide. Dengan banyaknya film yang dari kisah nyata, tak heran akhirnya kisah ini diangkat ke layar lebar.

      Deepwater Horizon menandai kerjasama kedua antara sutradara Peter Berg dan aktor Mark Wahlberg setelah film perang –yang juga diangkat dari kisah nyata—yang sukses dipasaran, Lone Survivor. Kali ini Wahlberg ‘ditemani’ Kate Hudson, Kurt Russell, John Malkovich, Gina Rodriguez, Dylan O’Brien, serta beberapa aktor pendukung lainnya.

      Cerita yang diangkat diceritakan dengan apik. Seperti film dari kisah nyata yang sudah diketahui cerita akhirnya –contohnya “Titanic” dan “Apollo 13”—, film ini bukanlah mengenai apakah selamat atau tidak, tetapi tentang proses serta keputusan-keputusan yang diambil oleh para karakter yang menjadi penyebab terjadinya bencana dan serta cara mereka untuk bertahan hidup.

     Sebenernya film ini lebih banyak dalam pembangunan cerita daripada kejadian bencana sesungguhnya, di mana adegan bencana sepertinya cuma beberapa menit dan terasa cuma sebentar aja. Dialog yang ditulis selain untuk dramatisasi juga sebagai petunjuk ataupun penjelasan. Walaupun sebagian besar istilah yang dipakai merupakan bahasa alien bagi yang gak ngerti sama sekali dengan istilah teknik mesin (subtitle Indonesianya sama sekali gak membantu), tapi jika memperhatikan dengan seksama setidaknya ngerti gambaran umumnya.

      Tetapi layaknya film bencana lainnya, penonton pasti menantikan datangnya bencana yang terjadi dan ini menjadi sebuah guilty pleasure tersendiri. Special effect yang diterapkan oleh sutradara Peter Berg luar biasa dan berhasil memberikan sensasi menegangkan, dan sepertinya CGI penggunaannya sangat minimal sehingga terlihat begitu nyata. Adegan kejadian bencana tersebut mirip dengan apa yang ada di “Man of Steel” sehingga saya sering berpikir bakal ada Superman yang nyelametin (not funny brain, not funny).

      Walaupun film ini kurang mengupas aftermath kejadian ini, tapi film ini tidak mengesampingkan adanya sosok yang patut disalahkan, yang ditujukan kepada eksekutif BP yang memerintahkan untuk tetap menjalankan proses pengeboran. Terlepas dari akibatnya dan jelas adanya kesalahan yang terjadi, tapi sedihnya menurut ilmu dan pengalaman yang ada hal yang dilakukan dalam bisnis itu wajar. Mundur 43 hari dari jadwal dan sudah mengeluarkan 50 sekian juta USD wajar saja sang eksekutif mendorong untuk tetap melanjutkan pengeboran, terlepas adanya kesalahan yang mungkin ditimbulkan.

      Dengan durasi yang cukup cepat (107 menit) dibandingkan film-film Holywood kebanyakan, Deepwater Horizon memberikan tontonan yang menegangkan dan berhasil membangun cerita sebelum akhirnya masuk ke kejadian sesungguhnya. Walaupun sebenernya sih saya masih berharap waktu adegan peristiwa durasinya lebih lama dan kejadian setelah peristiwa itu dibahas lebih jauh lagi.

Rating film: ★★★½

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s