[Ulasan Film] Fantastic Beast and Where to Find Them; Potongan Puzzle yang Menarik

fantastic-beasts-where-find-them-movie-poster
Foto oleh Warner Bros.

      Bagi yang bingung film ini mengadaptasi dari buku mana, ini adalah film Potterverse pertama yang mana fans saja gak ngerti plotnya. Satu-satunya penghubung adalah buku pelajaran Hogwart yang ditulis Newt Scamander berjudul sama Fantastic Beast and Where to Find Them, yang buku cetaknya setebal 128 halaman bisa dibeli oleh kaum muggle untuk amal dan diterbitkan pada tahun 2001 yang mendeskripsikan hewan-hewan magis di dunia Harry Potter. Nah, film ini menceritakan petualangan Newt Scamander pada saat menulis buku ini.

      Walau ini merupakan film pertama dari rencana 5 seri film, anehnya tidak dijelaskan tentang asal usul sang tokoh utama. Bagi penonton biasa yang gak terlalu ngikutin Harry Potter pasti bertanya-tanya siapa itu Newt Scamander. Hanya secuil backstory mengisahkan masa lalunya, tapi ya cuma sebentar doang, J.K. Rowling sebagai penulis naskah –ini merupakan debutnya sebagai scriptwriter— lebih berfokus untuk mengembangkan plot dan universenya.

      Awal cerita film ini cukup lemah dan bertele-tele mau dibawa ke mana kisah film ini dan ditambah sub-plot yang cukup bejibun yang bikin bingung. Film semakin menarik setelah hewan-hewan magis mulai muncul semua di dalam suatu tempat yang magical dan beberapa sub-plot mulai terangkai jadi satu.

      Cerita mengenai politik di dunia magis tentu saja membuat film ini mengembangkan kisahnya lebih lanjut. Film ini juga begitu lekat hubungannya dengan manusia biasa –muggle, atau No-maj jika di Amerika—menjadikan film ini mirip X-Men ketika para penyihir ditolak keberadaannya oleh manusia biasa, walaupun masih belum pasti apakah ada penyihir atau enggak.

      Film ini juga memberikan 2 plot twist yang pertama penting untuk film ini dan yg kedua untuk dasar film selanjutnya. Meski begitu 2 plot twist ini bagi saya sangat mudah ditebak (terutama yang terakhir) walaupun di luar sesaat setelah film bubar banyak yang gak nyangka bisa begitu revelationnya.

      Beberapa efek CGI film ini terasa kasar dan aneh melihat interaksi manusia dengan salah satu hewan yang bisa berubah ukuran, tapi ketika adegan pertempuran visualnya jadi asik walau secara pribadi belum bisa ngalahin gilanya Battle of Hogwart di DH part 2 yang sampai sekarang kalo nonton masih aja terpukau. Selain itu film ini berhasil memanfaatkan setting waktu tahun 1926 dengan kostum serta tampilan tempat.

      Eddie Redmayne walau bisa menarik perhatian sebagai Newt Scamander yang dideskripsikan sebagai penyihir yang lebih bisa dekat dengan hewan dibandingkan dengan manusia tetapi terasa flat untuk aktor sekelas dia, dan justru Dan Fogler yang banyak mendapatkan adegan menarik sebagai seorang No-Maj (sebutan muggle di US). Karakter-karakter pendukung lainnya walau di sini masih kurang ada waktu, tetapi potensial untuk kelanjutan seri film ini, terutama saya berharap masih ada kelanjutan bagi Ezra Miller di sekuel selanjutnya.

“Fantastic Beast ibaratnya Harry Potter untuk dewasa, walaupun terkesan langsung dark tetapi masih ada bagian fun yang ditawarkan. Sebagai potongan puzzle pertama prequel seri Harry Potter, film ini memberikan sesuatu yang baru dan memperluas potterverse dan memberikan landasan yang baik untuk kelanjutan seri ini.” -Alifian Afas Sawung Aji

Rating Film: ★★★★☆

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s