Indonesia Negeri (Tak) Ramah

ketut-liyer-in-the-movie-of-eat-pray-love-bali
Ilustrasi: Elizabeth Gilbert (diperankan Julia Roberts) ketika mengunjungi Bali di film “Eat, Pray, Love

      Sudah sejak lama kita orang Indonesia menganggap diri kita merupakan negeri yang penduduknya ramah. Bahkan hal ini sudah mendapat pengakuan internasional, baik dari orang asing yang mengunjungi Indonesia ataupun dari survey ataupun penelitian yang dilakukan peneliti asing. Tapi setelah sekian lama apakah Indonesia benar negeri yang ramah, atau lebih tepatnya masihkah negeri dengan penduduk yang ramah?

                Menurut pengalaman dan pengamatan saya sih, sedihnya Indonesia bukanlah negeri dengan penduduk yang ramah. Kenapa? Coba tengok perkembangan di Indonesia akhir-akhir ini, khususnya di media sosial. Banyaknya caci maki, amarah, atau bahkan ancaman pembunuhan yang bisa dengan mudah ditemukan di media sosial. Pengguna media sosial di Indonesia bisa dengan mudah terpancing amarahnya jika menemukan hal yang tidak sesuai dengan apa yang dipikirkannya.

                Fenomena ini bukan hanya ditemukan akhir-akhir ini saja, tapi sudah lama bisa dijumpai. Masih ingat tentunya pada masa pemilihan presiden 2014 Indonesia terbelah menjadi 2 kubu, dimana masing-masing kubu saling menjelekkan kubu lainnya. Komentar menjelek-jelekkan dan menghina orang lain juga sudah lama bisa dijumpai pada ‘selebriti’ Indonesia yang mendapat komentar-komentar tidak mengenakkan, walaupun masih bisa diperdebatkan itu merupakan ulah hater ataupun cuma kritik. Fenomena ini bahkan ‘dimanfaatkan’ para selebriti untuk menaikkan pamornya dengan membawa-bawa bahwa ia punya hater.

                Tidak hanya politik, agama, ataupun selebriti saja tetapi dalam bidang olahraga bisa ditemui kejadian ini,bahkan hal ini sudah lebih lama terjadi. Pada bidang olahraga ketika menjumpai orang yang berbeda tim favorit kebanyakan akan menghina tim lain tanpa alasan, bahkan tidak sedikit yang berakhir dengan keributan. Ambil contoh ketika Persija dan Persib bertemu sudah pasti yang menjadi perhatian adalah potensi keributan Viking dan The Jak, yang bahkan hampir menutupi pertandingan yang sesungguhnya. Pada PON 2016 yang lalu juga banyak terjadi kerusuhan, yang bahkan dianggap oleh Menpora merupakan hal yang wajar. Olahraga emang makin asik kalo ada rivalitas, tapi tidak perlu sampai terjadi kerusuhan.

                Ke-tidak-ramahan masyarakat Indonesia juga bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa waktu yang lalu pernah ditemukan postingan seseorang yang mengeluh dan cenderung emosi kursi KRL yang ia duduki ‘diambil’ oleh ibu hamil, dengan alasan ia sudah datang pagi-pagi demi dapat tempat duduk. Kejadian yang hampir mirip terjadi di bus TransJakarta ketika 2 orang pemudi duduk di kursi prioritas tidak mau pindah untuk memberikan kursinya kepada seorang kakek yang lebih berhak duduk di kursi prioritas.

                Dengan mengambil contoh-contoh di atas, bukan tanpa alasan saya menganggap bahwa negeri kita tercinta ini bukan lagi negeri yang ramah lagi. Mungkin bagi orang asing kita masih terlihat ramah, karena diakui atau tidak, masyarakat kita masih terlalu ‘mengagungkan’ orang bule. Seperti yang pernah disampaikan dosen antropologi dasar waktu kuliah dulu, orang Indonesia kalo lihat orang asing pasti langsung terpesona dan menyapa dengan ramahnya. Bahkan tidak jarang pula orang Indonesia minta foto sama bule walaupun entah itu bule siapa, yang penting dia bule. Terlebih lagi orang asing yang membawa kamera atau sekedar membawa catatan untuk mewawancarai orang Indonesia, pasti orang Indonesia itu langsung senyum dan menjawab dengan senang hati.

                Tulisan ini tidak bermaksud untuk menyudutkan ataupun merendahkan orang Indonesia,tapi tulisan ini bermaksud menyampaikan fakta dan bisa menjadi bahan introspeksi. Jika kita bisa ramah dengan orang asing, apa susahnya kita ramah dengan sesama orang Indonesia. Jika Donald Trump bisa berhasil dengan slogan ‘make America great again’, apakah kita bisa ‘bikin Indonesia ramah lagi’?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s