[Ulasan Film] The LEGO Batman Movie

cym_yo1w8aqqn_z
Foto oleh Warner Bros. Pictures

        Bagaimana memanfaatkan produk mainan yang mendominasi pasar mainan berbentuk block untuk sesuatu yang menambah pundi-pundi? Membuat film tentang mainan tersebut adalah jawabannya. Setelah sebelumnya telah berkali-kali membuat film animasi untuk TV ataupun Direct-to-Video, pada tahun 2014 LEGO bekerjasama dengan Warner Bros. memproduksi The LEGO Movie. Filmnya sukses secara komersial dan kritik, yang selanjutnya diikuti produksi beberapa film lanjutannya dimulai dari The LEGO Batman Movie.

        Pertama kali tau kalo film LEGO selanjutnya tentang Batman, saya termasuk yang bertanya-tanya apakah bisa ‘masuk’. Emang sih Batman di The LEGO Movie jadi karakter yang mencuri perhatian, tapi apa iya bisa sesuai bikin film superhero –terlebih lagi Batman—dengan fun macam LEGO, mana lagi pas nonton film versi TV ataupun direct-to-video film superhero DC sebelumnya apaan banget. Tapi ternyata ekspektasi saya salah, The LEGO Batman Movie adalah film yang menyenangkan, jauh lebih menyenangkan dari film superhero DC Extended Universe.

        Tak butuh waktu lama bagi saya untuk menganggap film ini menyenangkan. Bahkan sejak munculnya logo awal –meminjam gaya narasi Deadpool—di kepala sudah ada setting yang muncul “wah asyik nih”. Selanjutnya dalam durasi 15-20 menit awal ditunjukan action-packed sequence dengan apik, saya yakin kalo dewasa maupun anak-anak suka banget adegan awal ini, setidaknya orang dewasa yang masih menerima sesuatu yang fun. Terlebih lagi pas adegan tembak-tembakan, pake efek suara mulut “pew-pew-pew” yang bikin jadi kayak lagi mainan.

        Seperti The LEGO Movie, The LEGO Batman Movie ini juga dipenuhi reference jokes yang asik, bukan cuma reference ke Batman dan DC Extended Universe (yang jadi sasaran banget kayaknya) tapi juga pop culture. Seperti film sebelumnya, guyonannya sih gak bikin ketawa terbahak-bahak, tapi cukup bikin tersenyum kecil sambil nggumam ‘kampret’. Filmnya lebih ke fun dibandingkan funny. Yang paling asik adalah menjelaskan hubungan Batman dan Joker serta menyinggung penonton sekarang ini sering banget nge-“ship” tiap karakter. “Batman doesn’t do ‘ships’…. as in relationship.”

        Warner Bros. dan LEGO berhasil memanfaatkan banyak properti hak cipta yang telah di-LEGO-kan, setidaknya yang juga berkaitan dengan properti Warner Bros. Tidak hanya diisi oleh karakter Batman beserta Bat-family dan supervillainnya –dari yang terkenal sampe yang terdengar asing— namun juga ada karakter lain macam King Kong, Lord Voldemort, Sauron, ataupun Godzilla (atau Kaiju?) di pertengahan film. Pertengahan film ini mengingatkan waktu kecil ketika memainkan beberapa mainan dengan beberapa tema. Dulu main mainan Kamen Rider-like vs Ronald McDonald (iya maskotnya McD) dan soldier bucket-nya Toy Story dan beberapa gabungan mainan lainnya. Good ol’ times.

        The LEGO Batman Movie membuktikan kalo DC dan Warner Bros. bisa bikin hal yang fun beneran, bukan trying to be fun macam Suicide Squad. Kalo tahun ini Wonder Woman dan Justice League gagal, mending DC Extended Universe ganti jadi DC LEGO Universe deh. Haha.

Rating film: ★★★★☆

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s