[Ulasan Film] Kong: Skull Island

kong_skull_island_ver10_xlg
Foto oleh Warner Bros. Pictures

       Sudah lebih dari 80 tahun sejak pertama kalinya kemunculannya di layar lebar, sang keajaiban dunia kedelapan ini merupakan salah satu karya klasik. Film King Kong sudah beberapa kali direboot dengan menggunakan formula yang sama dengan karya klasiknya yang rilis tahun 1933. Tapi kali ini reboot film Kong memiliki cerita berbeda dengan karya klasiknya itu, dan akan dibentuk shared universe dengan makhluk buas lainnya, Godzilla.

       Kong: Skull Island bersetting pada tahun 1973 di saat penarikan pasukan tentara Amerika Serikat dari Vietnam. Monarch –perusahaan yang sebelumnya muncul di Godzilla (2014)—melalui pimpinannya, Bill Randa (diperankan John Goodman) menemukan sebuah foto satelit dari pulau yang belum diketahui manusia dan meminta bantuan pemerintah untuk melakukan ekspedisi ke tempat itu. Ekspedisi pun dilakukan dipimpin oleh pasukan militer pimpinan Preston Packard (Samuel L. Jackson) dan dipandu tentara bayaran Inggris bernama James Conrad (Tom Hiddleston) serta fotografer Mason Weaver (Brie Larson) ke suatu tempat di lautan Pasifik yang disebut Skull Island.

       Berbeda dengan 2 film King Kong sebelumnya yang rilis tahun 1976 dan 2005, Kong: Skull Island ini terlihat lebih buas dan brutal. Jika dibandingkan 2 film Kong sebelumnya (karna yang versi 1933 saya belum nonton), Kong di sini seperti layaknya superhero di saat 2 film sebelumnya tersebut merupakan Beauty and the Beast secara harfiah. Kong gak jatuh cinta sama gadis pirang yang sering jejeritan di tangan Kong sepanjang film hingga akhirnya seluncuran es bareng. Kong yang jadi saviour ini mirip sama Godzilla (2014), hal ini menarik bagaimana 2 monster penjaga kehidupan manusia dari serangan monster lain ini pada akhirnya bertarung di Kong vs Godzilla  yang rencananya akan rilis tahun 2020.

       Pacenya lebih nikmat dibandingkan Godzilla, yang pembangunan ceritanya begitu lambat dan cenderung bikin ngantuk sebelum diakhiri dengan spektakuler pada 30 menit terakhir. Jika Godzilla durasi 2 jam rasanya kayak 3 jam, Kong: Skull Island ini durasi 2 jam tapi cuma kerasa kayak 90 menit doang. Dialognya pun lebih segar dan ringan dibandingkan film yang memiliki universe yang sama dengan mereka tersebut, yah walaupun lebih seringnya sih cuma saya dan sebelah saya yang ketawa sama guyonannya. Pemilihan soundtracknya pun asik, dengan memasukkan lagu-lagu rock and roll.

       Selain ukurannya Kong yang jauh lebih besar dari film Kong sebelumnya, di film ini Kong juga gak pernah keluar dari Skull Island. Jadi gak ada adegan Kong di atas Empire State Building yang selalu ada di 3 film Kong sebelumnya, dan merupakan salah satu adegan paling ikonik dalam sejarah film. Gak keluarnya Kong dari pulaunya ini membuat bisa dieksplorasi lebih lanjut apa saja yang sebenarnya yang ada di sana. Mirip Journey 2: Mysterious Island versi yang lebih buas dan kejam.

       Kong: Skull Island memberikan apa yang diharapkan, film yang berfokus kepada Kong menunjukkan kemampuannya melawan monster lainnya dan dibalut dengan CGI yang keren. Tunggulah hingga akhir credit untuk scene tambahan, Samuel L. Jackson berperan jadi Nick Fury merekrut Godzilla dan King Kong untuk jadi Avengers. Eh. Beneran ada post-credit scene kok, hint tentang instalment selanjutnya yang dijamin sebanding dengan waktu menunggu walaupun udah dilihatin petugas bioskop.

“All hail the king!”

Rating: ★★★★☆

Advertisements

3 Comments Add yours

  1. mysukmana says:

    sepertinya kudu di tonton, itu kong gede banget dalam poster

    Liked by 1 person

  2. kakacebong says:

    ane nunggu yg bajakan aje di lk21.org 😦

    Like

  3. Hastira says:

    makash reviewnya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s