[Ulasan Film] Guardians of the Galaxy Vol. 2

phi3fgau4fkdlm_1_l
foto oleh Marvel Studios

                Guardians of the Galaxy merupakan film penuh kejutan tahun 2014 lalu. Hanya pembaca komik Marvel yang hardcore sajalah yang mengetahui siapa kumpulan ‘superhero angkasa’ ini. Saya yang cuma baca komik-komik mainstream Marvel saja baru cari tahu setelah ada pengumuman Marvel. Tapi dengan cerita yang fresh dan tak biasa untuk genre film superhero, Guardians of the Galaxy mendapatkan pujian dari para penonton serta mencetak pendapatan yang sukses box office dengan total $773 juta (menurut box office mojo).

                Guardians of the Galaxy Vol. 2 kembali menceritakan kisah para a—hole yang terdiri dari manusia angkuh yang menyebut dirinya Star-Lord, alien hijau pembunuh anak dari Thanos, lelaki berotot yang selalu menganggap semuanya secara harfiah, rakun hasil percobaan ilmiah illegal, serta pohon yang hanya bisa mengucapkan 3 kata. Setelah berhasil menyelamatkan galaksi pada film sebelumnya, kali ini mereka lebih dikenal sebagai pahlawan penyelamat galaksi dan diminta untuk melindungi benda penting suatu planet. Setelah berhasil menyelamatkan benda tersebut, sesuatu menimpa mereka karena tindakan salah satu anggota Guardians dan takdir mempertemukan Star-Lord dengan masa lalunya.

                Masih sama dengan film sebelumnya, instalment kedua kali ini juga masih menonjolkan sisi komedinya. Mulai dari awal film disuguhkan opening scene yang kocak, dan bakal jadi salah satu adegan pembuka yang paling diingat dari Marvel Cinematic Universe. Sepanjang film juga banyak guyonan-guyonan yang bikin seisi studio ngakak, dan bagi saya lebih kocak dari sebelumnya. Tapi sayangnya pertengahan akhir guyonannya rada kendor dan cuma beberapa one liner yang kadang dipaksakan.

                Untuk jalan ceritanya sendiri Guardians of the Galaxy Vol. 2 ini lebih biasa dan gampang ditebak dari film sebelumnya. Gak ada kejutan macam Star-Lord ngajak dance off pada saat-saat genting, kali ini film diakhiri dengan template berpacu melawan waktu penuh aksi over the top. Tapi untungnya suguhan aksi  dengan balutan CGI yang apik ini masih cukup memuaskan saya secara visual. Tema besar ‘family’ yang diambil film ini juga sudah banyak yang pakai, bahkan film Fate of the Furious yang rilis berdekatan juga punya tema yang sama. Mungkin tema ini bakal berhasil dan menyentuh saya kalo gak secara kebetulan tema ini ada dalam 3 sub-plot berbeda, seperti macam 1 episode drama yang tiba-tiba semua orang bahas 1 hal yang sama.

                Walaupun cerita tidak se-spesial film sebelumnya, tapi untuk urusan memilih lagu soundtrack Guardians of the Galaxy gak kalah dari film sebelumnya. Masih mengandalkan lagu-lagu slow rock era 70an, James Gunn (ataupun siapapun yang menghandle) berhasil memilih lagu yang bukan hanya asik didengar tapi tepat masuk kedalam adegan, gak kayak *uhuk* Suicide Squad *uhuk*.

          Secara keseluruhan Guardians of the Galaxy Vol.2 masih menyuguhkan pertunjukkan yang menghibur dengan visual dan soundtrack yang asik. Tapi bagi yang mengharapkan sesuatu yang baru dan fresh seperti film sebelumnya mungkin bakal kecewa seperti saya. Mungkin karna ekspektasi saya kali ini cukup besar dibanding film pertama yang tak punya ekspektasi sama sekali, jadinya berbeda reaksi.

3 half star.jpg

P.S: seperti yang sudah beredar sebelumnya, beneran ada 5 (iya, LIMA) scene tambahan sebelum, selama, dan sesudah credit tittle. Kebanyakan tambahan guyonan sih, tapi masih ada yang tease instalasi selanjutnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s