[Ulasan Film] Alien: Covenant

img_20170323_0950491
Foto oleh 20th Century Fox

      Alien merupakan salah satu franchise film Hollywood yang cukup sukses dan dikenal bagi penikmat film. Film-filmnya –well, lebih tepatnya 2 film awalnya—menyajikan suguhan film action-horror dengan intensitas ketegangan yang tinggi. Walau 3 seri awalnya rilis sebelum saya lahir dan baru nonton di bioskop setelah film ke-5 Prometheus rilis pada 2012 lalu, tapi Alien merupakan salah satu franchise film favorit yang pernah saya tonton.

      Alien: Covenant mengambil timeline 10 tahun setelah film Prometheus dan 18 tahun sebelum timeline film Alien. Menceritakan kru pesawat ruang angkasa Covenant dalam misi kolonisasi di sebuah planet yang diberi nama Orgae-6. Dalam perjalanannya, pesawat yang mengangkut 2000 colonist ini mengalami masalah dan tanpa disengaja menerima kontak komunikasi dari sebuah planet yang sebelumnya luput dari observasi mereka. Seperti yang ditunggu-tunggu penonton film ini, terror pun menghampiri kru pesawat di planet tersebut.

      Alien: Covenant ini kembali ke template awal film Alien: rating R (restricted) penuh terror dan darah, kembalinya Xenomorph yang menebar terror, serta pemeran utama wanita. Bagi saya pribadi ini adalah kabar baik, dibanding melanjutkan cerita penuh philosophy (jadi inget Louis van Gaal. Eh.) di film Prometheus. Di film “semi-prequel” tersebut terlalu banyak narasi dan pertanyaan tentang eksistensi manusia yang menjadi tema utama, gak terasa ada koneksinya sama Alien. Prometheus bagi sebagian orang merupakan sesuatu yang “fresh” dalam franchise Alien, tapi bagi saya Prometheus cukup menarik kalo jadi film sci-fi yang berdiri sendiri, karna kalo Alien saya berharap deep space horror.

      Walau Alien: Covenant kembali ke template film Alien, tapi masih memiliki narasi tentang eksistensi dan penciptaan seperti Prometheus. Meskipun begitu, makhluk luar angkasa “Engineers” di Prometheus tidak kembali di film ini dan yang muncul adalah makhluk extraterrestrial penebar terror bagi yang bertemu atau menontonnya tapi menjadi favorit para penggemarnya. Tapi sayangnya rasa horrornya tidak terasa seperti Alien ataupun Aliens, padahal 2 film tersebut nontonnya cuma di layar kecil tapi terasa lebih menegangkan dibanding Alien: Covenant yang nonton di layar lebar. Karakternya juga gak ada yang memorable dan terkesan dumb, kecuali Michael Fassbender.

      Selain tone horrornya yang gak terlalu mencekam seperti 2 film awal di franchisenya, beberapa terasa nanggung. Durasi film lebih banyak melanjutkan cerita Prometheus dengan sisipan alien di dalamnya. Walaupun saya suka sama penjelasan asal usul munculnya Xenomorph, tapi untuk suatu origin story yang butuh penjelasan selama 2 film dengan total durasi 4 jam terasa terlalu lama. Kembalinya Facehugger, Chestburster, dan Xenomorph merupakan hal yang saya tunggu, tapi pas muncul dan mulai melakukan terror ya cuma segitu doang. Jalan ceritanya juga agak mudah ditebak, terlebih waktu ada twist diakhir, saya dan 2 orang disebelah saya menaruh curiga karna ada scene yang “hilang” dan ternyata dugaan kami benar. Ide cerita Prometheus terlalu ekstrim, cerita Alien: Covenant terlalu generic.

Alien: Covenant merupakan kabar baik bagi para penonton yang ingin merasakan kembali akar dari franchise film Alien, tapi kabar buruk bagi yang mengharapkan sesuatu yang fresh seperti Prometheus. Walau kembali ke template awal, tapi tidak menciptakan terror yang sama seperti 2 film awalnya, pun ceritanya sedikit mudah ditebak. Meski membutuhkan 2 film dan dengan twist  yang terbaca, tapi revelation di akhir film cukup membuat saya girang.”

P.S.: karna ini sangat dekat kaitannya dengan Prometheus, disarankan nonton dulu sebagai bantuan. Nonton Alien juga disarankan.

3 star

Rating: R (for sci-fi violence, bloody images, language and some sexuality/nudity)

Genre: Action, Adventure, Mystery, Suspense, Science Fiction & Fantasy

Sutradara: Ridley Scott

Penulis naskah: John Logan, Dante Harper, Jack Paglen, Michael Green

Durasi: 120 menit

Studio: 20th Century Fox

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s