[Ulasan Film] Transformers: The Last Knight

transformers_the_last_knight_ver4_xlg
Foto oleh Paramount Pictures

                Meski sering tidak ‘akur’ dengan para kritikus film, tapi film-film Michael Bay sering kali disukai penonton film. Pendekatan Michael Bay yang lebih mengedepankan aksi penuh ledakan dan tidak terlalu mengedepankan storytelling, disukai penonton yang ingin hiburan melihat suguhan visual yang memukau. Seri film Transformers adalah yang paling tepat merepresentasikan kasus ini, di mana para kritikus selalu menilai buruk setiap filmnya, tapi bagi para penonton merupakan hiburan dan selalu mendapatkan pendapatan besar box office. Seri kelima ini sama saja, walau kritikus memberi rating ancur, tapi tetap aja bioskop penuh.

                Sejauh ini untuk Transformers saya termasuk yang menantikan aksi tarung robot penuh ledakan khas Michael Bay. Tapi sejak tokoh utama beralih dari Shia LeBeuf ke Mark Wahlberg, jalan cerita jadi gak karuan dan sayangnya hal ini berlanjut ke Transformers: The Last Knight. Film ini ceritanya terlalu penuh dan membingungkan. Saya gak terlalu paham sebagian besar ceritanya, siapa lawan siapa, dan beberapa pertanyaan lain yang tak saya pahami sepanjang film. Untuk film sepanjang 2,5 jam dan banyak hal yang membingungkan, membuat saya tak bisa menikmati film ini. Saya ngerti Michael Bay menaruh jalan cerita jadi prioritas ke sekian, tapi ini sungguh menggelikan.

                Selain cerita yang terlalu padat, karakter-karakter –baik manusia atau robot alien—juga terlalu padat dan imbasnya banyak yg numpang lewat doang. Karakter manusia selain Cade Yaeger (Mark Wahlberg) dan Vivian (Laura Haddock) gak diberikan porsi cukup. Kembalinya Josh Duhamell sebagai Colonel Lennox dan John Turturro sebagai “agent” Simmons juga numpang lewat dan pas muncul juga gak seperti karakter yang kita kenal di film sebelumnya. Isabela Moner –yang saya rasa Megan Fox kw versi cilik—juga lebih banyak ‘menghilang’. Sir Anthony Hopkins pun gak ngerti lagi kenapa dia nerima peran ini. Dari sisi robot alien pun walau Bumblebee, Optimus Prime, dan Megatron masih muncul tapi gak sesuai dengan harapan, karakter-karakter baru yang diperkenalkan –khususnya Autobot— juga muncul sekilas doang. Oh ya apa saya sudah menyinggung kalo musuh utama kali ini bukan Megatron? Wajar, karna emang dia sama sekali gak guna.

                Okelah kalo jalan cerita gak karuan masih dimaklumin karna emang Michael Bay lemah dalam hal ini, tapi sayangnya di film ini dia juga lemah dalam menyajikan adegan aksi. Dari segi visual effect bolehlah masih keren, tapi adegan aksinya terlalu medioker. Biasanya adegan aksinya bisa bikin girang lihat duel sama ledakan, ini sama sekali gak menyenangkan. Mungkin pemilihan lokasi di lokasi terpencil jadi gak kerasa efek kehancurannya seperti film-film sebelumnya yang menghancurkan seisi kota (atau pyramid). Efek kehancuran juga sangat dipertanyakan, mosok bulan dihancurkan tapi gak ada efek apa-apa di Bumi. Selain itum ketika Bumi dalam ancaman kehancuran, tapi ya rasanya gak terlalu ngefek-ngefek amat, efek kehancuran cuma terasa di tempat pertarungan terakhir. Menonton di layar reguler di saat 98% menggunakan kamera IMAX sungguh tidak membantu, karna aspect ratio sangat sering berubah dan mengganggu kenikmatan menonton.

                Jika sebelumnya saya tak setuju jika banyak yang menilai kalau Transformers sudah seharusnya selesai, kali ini setelah 2 film terakhir mengecewakan, saya mulai menyetujuinya. Walaupun kemungkinan sangat kecil bagi Hasbro menghentikan pembuatan film Transformers selanjutnya –terlebih lagi mid credit scene yang menandakan bakal ada sekuel lanjutan—tapi setidaknya kali ini saatnya untuk Michael Bay benar-benar mundur dari kursi sutradara.

2 star

Rating: PG-13 (for violence and intense sequences of sci-fi action, language, and some innuendo)

Genre: Action & Adventure, Drama, Science Fiction & Fantasy

Sutradara: Michael Bay

Penulis Naskah: Ken Nolan, Matt Holloway, Art Marcum

Pemeran: Mark Wahlberg, Laura Haddock, Anthony Hopkins, Josh Duhamel

Studio: Paramount Pictures

Durasi: 149 menit

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s