[Ulasan Film] Annabelle: Creation

annabelle_creation_ver2_xlg
Foto oleh New Line Cinema

                Perfilman di Hollywood era modern ini dipenuhi dengan franchise, yang jika dieksekusi dengan baik akan membawa ladang uang tiap perilisan film barunya. Franchise film tidak hanya berupa film sekuel, tetapi juga berupa spin-off ataupun prequel untuk memperluas universe filmnya. Untuk film bergenre horror, ‘Conjuring universe’ yang dimulai James Wan pada 2013 ini menjadi yang terdepan dan film-filmnya menjadi tontonan wajib bagi para penggemar film horror.

                Annabelle: Creation merupakan prequel film Annabelle (2014), yang merupakan spin-off dari The Conjuring (2013). Mengisahkan seorang pembuat boneka bernama Samuel Mullins (Anthony LaPaglia) dan istrinya, Esther (Miranda Otto), mereka menerima sekelompok anak dari panti asuhan dan Suster Charlotte (Stephanie Sigman) yang mencari tempat tinggal baru. Seperti film horror pada umumnya, ternyata keluarga Mullins menyimpan rahasia yang menaungi rumahnya di masa lalu.

                Sebenernya film ini gak masuk daftar wajib nonton saya, dan baru mau masuk daftar seminggu sebelum tayang. Walaupun The Conjuring sama The Conjuring 2 cukup baik bagi saya, tapi Annabelle apaan banget sampe saya menahan ngantuk waktu nonton. Sayangnya kali ini juga gak jauh berbeda, beberapa kali menahan ngantuk dan yang biasanya gak pernah lihat hp, kali ini sering lihat hp.

                Bagian pembuka sebenernya cukup menjanjikan aura menyeramkan, tapi sayang set-upnya gampang ditebak bakal gimana nantinya. Sedari awal sudah ditunjukkan beberapa tempat yang sudah bisa ditebak nantinya bakal digunakan sebagai ‘alat’ untuk menakuti, mulai dari sumur, ruang kosong bawah tangga, lift makanan, hingga kursi elevator mekanik (atau apalah itu namanya kursi untuk naik ke lantai atas seperti film animasi Up).

                Cara menakutinya juga mudah ditebak, masih banyak mengandalkan jump scares. Walaupun beberapa cukup membangun tensi, tapi saya sudah bisa menebak 1-2 langkah ke depan dan hasilnya ketebak duluan dan gagal menakuti. Gak masalah sih kalo sudah bisa ditebak kalo pada akhirnya adegannya serem, tapi ketika saya mengantisipasi bakal serem, ternyata kentang dan bikin ngomong ‘ya elah gitu doang’. Sebenernya bukan saya saja yang tidak merasa ketakutan, bahkan saya tidak mendengar satupun jeritan sepanjang film. Padahal ketika nonton film horror, sudah biasa jika mendengar beberapa penonton menjerit ketakutan/kaget.

                Selain gak menakutkan, bagi saya cerita yang disajikan tidak berjalan dengan baik. Gary Dauberman –yang juga menulis naskah Annabelle—kembali menulis naskah yang kurang asik. Beberapa juga terasa kurang masuk diakal, terutama ketika ada 2 kejadian yang begitu fatal  (terutama kejadian yang menimpa Mr Mullins) tapi tidak seorang pun mempertanyakan/ mempermasalahkan hal itu. Bagian seru baru muncul di 30 menit terakhir, tapi saya sudah terlalu bosan menunggu bagian puncak film ini. Walaupun film ini memiliki mid-credit dan after-credit scene, saya dan rombongan cuma nonton bagian mid-credit saja.

2 star

Rating: R (for horror violence and terror)

Genre: Drama, Horror

Sutradara: David F. Sandberg

Penulis Naskah: Gary Dauberman

Durasi: 109 minutes

Studio: New Line Cinema

 

Advertisements

One Comment Add yours

  1. menurut aku juga filmnya biasa saja soalnya udah pasaran banget jalan cerita sama jumpscarenya gitu2 aja..jadi kecewa aku udah buang2 uang ke film yang biasa aja..haha

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s